Tag archives for:

Global Fund

Pengumuman

Penjelasan Proyek Global Fund SSF

Posted on January 26, 2013 at 5:37 pm by / 0

GLOBAL FUND SSF (SINGLE STREAM OF FUNDING) 2013

Sejak Juli 2009, PKBI Jawa Tengah melaksanakan proyek Global Fund komponen AIDS sebagai Sub Recipient (SR) di Jawa Tengah dengan 8 wilayah intervensi. Global Fund R 8 dimulai Juli 2009 hingga Desember 2012, sedangkan untuk periode Global Fund SSF mulai Februari – Desember 2013. Pada periode Global Fund R8, terpilih 3 Sub Sub Recipient (SSR) yang mengampu 2 – 3 kota/kab. Sedangkan pada periode SSF, akan dibuka rekrutmen bagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berminat untuk melaksanakan proyek di 8 kota/kab. Adapun gambaran proyek tersebut sebagai berikut:

  1. Tujuan Umum :

Mengurangi kesakitan dan kematian akibat HIV di 12 propinsi piroritas dan memperkuat sistem komunitas dan sistem kesehatan untuk meningkatkan cakupan

 

  1. Tujuan Khusus:
    1. Obyektif 1

Menurunkan transmisi HIV diantara populasi kunci yang beresiko tinggi melalui penyediaan pelayanan pencegahan (outreach dan pemberdayaan)

  1. Obyektif 2

Meningkatkan usia dan kualitas hidup orang dengan HIV melalui penyediaan pelayanan, dukungan dan pengobatan (CST)

  1. Obyektif 3

Mengetahui tantangan sistemik untuk meningkatkan kinerja dalam mencapai akses universal untuk pencegahan, dukungan dan perawatan serta pengobatan (CSS)

 

  1. Wilayah Intervensi

Pelaksanaan proyek berada di 8 kota/kab, yaitu : Kota Semarang, Kab. Kendal, Kab. Batang, Kab. Tegal, Kab. Banyumas, Kab. Cilacap, Kota Surakarta, Kab. Semarang.

 

  1. Durasi Proyek

Periode pelaksanaan proyek Global Fund SSF mulai Februari hingga Desember 2013.

 

  1. Gambaran Pelaksanaan Proyek

Proyek Global Fund AIDS merupakan proyek yang dilaksanakan dengan melibatkan 3 pilar, yaitu PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia), KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), Kementrian Kesehatan. Secara struktural, di tingkat nasional dan provinsi ketiga pilar tersebut dilaksanakan oleh 3 lembaga yang sama. Namun  PKBI sebagai perwakilan civil society, diharapkan dapat melibatkan sebanyak mungkin  LSM dan organisasi masyarakat  lainnya sebagai SSR (Sub-Sub Recipient) dan IU (Implementing Unit) sebagai pelaksana proyek ini.

Ketiga pilar itu mempunyai bidang kerja yang saling melengkapi.

–          PKBI bertanggungjawab untuk pelaksanaan penjangkauan , pengorganisasian populasi kunci dan masyarakat serta merujuk dampingan agar mengakses layanan kesehatan.

–          KPA bertanggungjawab untuk menciptakan iklim yang kondusif melalui pendekatan struktural.

–          Kemenkes bertanggungjawab untuk menyediakan layanan bagi populasi kunci dan masyarakat yang dikelola oleh PKBI.

 

  1. Aktifitas yang dilaksanakan oleh PKBI
    1. Outreach (penjangkauan) populasi kunci
      1. Penjangkauan dan pendampingan populasi kunci serta merujuk ke tempat-tempat pelayanan
      2. Pertemuan berkala bagi populasi kunci
      3. Pertemuan berkala bagi kader
      4. Care and Support (pendampingan) ODHA dan OHIDHA
        1. Merujuk populasi kunci VCT dan IMS ke layanan yang telah disediakan
        2. Pertemuan berkala bagi ODHA dan OHIDHA
        3. Pertemuan berkala bagi kader
      5. Community System Strengthening (penguatan sistem komunitas)
        1. Pelatihan dan workshop
        2. Pelaksanaan MRAN (Malam Renungan AIDS Nusantara) dan HAS (Hari AIDS Sedunia)
      6. Asistensi mengenai pelaksanaan teknis proyek
      7. Monitoring Evaluasi

 

  1. Penerima manfaat

Penerima manfaat dalam proyek ini adalah populasi kunci dan masyarakat umum. Populasi kunci terdiri atas wanita pekerja seks (WPS), laki-laki beresiko tinggi (LBT/HRM), laki-laki seks dengan laki-laki (LSL), waria, pengguna jarum suntik dan pasangannya, serta orang dengan HIV-AIDS (ODHA)

close
Hubungi kami

Kami tidak aktif sekarang. Tapi Anda dapat mengirim email kepada kami dan segara mungkin untuk dibalas.

Questions, issues or concerns? I'd love to help you!

Tekan enter untuk mengobrol