Tag archives for:

kegiatan

AgendaKegiatanPengumuman

#500KadoUntukMereka

Posted on August 6, 2015 at 9:44 am by / 0

Hari Ulang Tahun, identik dengan pemberian kado untuk menunjukan rasa cinta dan kasih serta untuk berbagi kebahagiaan. Sebuah tanda syukur atas lahirnya seseorang kedunia. Momen Ulang Tahun seringkali terlupa karna beberapa diantara mereka terlalu sibuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, atau pula karna beberapa diantaranya tidak mengetahui kapan hari lahirnya.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, di 23 Juli 2015 serta Ulang tahun yang ke5 dari Rumah Pintar Bangjo kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling berbagi dalam #500KadoUntukMereka . 500 kado nantinya akan diberikan kepada anak-anak jalanan, anak-anak marginal, serta anak berkebutuhan khusus.

Ketentuan Kado :

  1. Kado berupa barang baru, minimal seharga Rp. 20.000,-
  2. Sudah dibungkus dengan kertas kado, dan diberi keterangan isi kado tersebut
  3. Kado dikirim langsung ke Rumah Pintar BangJo PKBI Jawa Tengah, di Kp. Pungkuran No. 403 Rt.03 Rw. 02, Kel. Kaumann, atau ke Kantor PKBI Daerah Jawa Tengah, Jl. Jembawan Raya No 8 – 12 Semarang
  4. Jika terkumpul lebih dari 10 kado, hubungi Irwan, 085742237528 atau Vivi, 085640054490, untuk penjemputan kado.
  5. Jika tidak ada waktu untuk membeli kado, bisa salurkan donasimu ke 304301020519535 Bank BRI atas nama Vivi Maryati.

Kado ini akan diberikan sesuai dengan kelompok usianya, kategori kado terbagi menjadi:

1. Anak usia dini (< 5 tahun)

Kado berupa mainan edukasi, alat mewarnai gambar

2. Anak usia sekolah ( 7 – 12 tahun)

Kado berupa mainan edukasi (kartu belajar,dll), atau perangkat sekolah seperti buku tulis, alat tulis, tempat pensil, dll.

3. Anak usia remaja (13 – 18 tahun)

Kado berupa kaos / baju baru dengan ukuran M, L, atau XL

Because sharing is caring!

Yuk segera, kami tunggu sampai 11 Agustus 2015.

Berita

Masyarakat Perlu Tahu, Negara Melegalkan Perkawinan Anak

Posted on July 29, 2015 at 8:20 am by / 0

Minggu (28/7)  pagi saat dingin menusuk tulang dan menembus badan sebanyak 12 relawan PKBI Jateng di bawah komando Dwi Yunanto H, SKM, menggelar aksi damai dalam rangka mengingatkan dan menolak tentang perkawinan anak.

Saat aksi berlangsung tokoh masyarakat Semarang dan sekaligus pengusana memperhatikan pesan yang disampaikan oleh relawan. Setelah paham dengan aksi tersebut; dengan suka rela menuliskan; Yang sudah siap kawin secara fisik maupun ekonomi acapkali tidak siap secara mental dan psikologis, STOP PERNIKAHAN ANAK ! demikian pesan yang dituliskan oleh Bos Marimas, Harjanto Halim pada kain putih yang digelar di aspal pada arena car free day Simpang Lima Semarang.

Harianto Halim, membubuhkan tanda tangan dukungan STOP PERKAWINAN ANAK

Harianto Halim, membubuhkan tanda tangan dukungan STOP PERKAWINAN ANAK

Aksi damai kali ini menggelar tentang Keputusan MK dalam Judicial Review Kamis 18 Juni 2015, menyatakan menolak menaikan batas usia perkawinan anak perempuan dari 16 tahun menjadi 18 tahun. Sementara UU Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak mendefinisikan anak sebagai individu yang belum berusia 18 tahun. Jika perkawinan menyebutkan usia perkawinan minimal usia 16 tahun, bisa diartikan bahwa negara melegalkan terjadinya perkawinan anak.

Penolakan kenaikan batas usia perkawinan ini yang gencar disampaikan oleh relawan di sepanjang jalan, mereka berjalan dan membagi-bagikan brosur yang berisikan informasi penolakan tersebut, sekaligus menjelaskan maksud aksi tersebut.  Nina 12 tahun dan sekelompok anak yang lagi menikmati suasana pagi itu didatangi oleh relawan untuk ditanya usia berapakah sebaiknya menikah? Spontan anak-anak tersebut menjawab 20 tahun, dan disahut yang lainnya 23 tahun.  Kalau menikah diusia 16 tahun boleh ga? Ga boleh! Kenapa karena masih kelas 1 SMA, jadi harus sekolah dulu. Ok kalau kalian ga setuju silahkan tulis pesan dan tandatangani di kain putih yang kakak bawa ini. Spontan mereka menulis pesan dan menandatangainya.

Di ujung jalan yang lain, relawan memberikan brosur serta berdialog tentang hal tersebut pada pengunjung CFD, pesan singkat yang disampaikan mengingatkan kepada orang tua bahwa Anak merupakan aset berharga bagi keluarga, masyarakat bahkan bangsa. Oleh sabab itu segala daya upaya untuk bisa melindungi mereka dari berbagai ancaman yang ada disekitarnya. Akan tetapi saat ini banyak anak yang berada dalam situasi yang tidak baik, bahkan mengancam keselamatan, mengancam keberlangsungan hidup dan mengancam masa depan mereka untuk menjadi manusia yang seutuhnya.

Kasus kematian Angeline di Bali, karena orang-orang dewasa disekitarnya tidak bisa melindungi dirinya. Kasus kepala sekolah yang mencabuli murid-muridnya juga terjadi. Tercatat 1479 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Jawa Tengah, dan mayoritas korbannya adalah perempuan. 773 diantaranya adalah kasus kekerasan seksual pada anak. Di kota besar dengan berbagai kemudahan akses perlindungan seperti Semarang, 39 anak menjadi korban kekerasan seksual di tahun 2014. Menjadi kewajiban kita bersama untuk bisa melindungi anak dari tindak kekerasan, apapun bentuknya.

Fokus dan fokus untuk mengajak masyarakat menolak perkawinan anak, relawan PKBI berhasil mengumpulkan lebih dari 200 tandatangan pada selembar kain putih ukuran 3 meter yang digelar.  Meskipun sebagian besar masyarakat dan relawan menjalankan ibadah puasa, namun tidak mengurangi semangat untuk tetap melindungi dan menyelamatkan anak-anak dari kekerasan dan perkawinan anak.

** (antonius juang saksono).

AgendaKegiatanPengumuman

YOUTH MEDIA FESTIVAL 2015!

Posted on July 9, 2015 at 6:31 pm by / 0

Remaja adalah mereka yang berusia 10-24 tahun, dan saat ini menduduki lebih dari 27,6% dari total jumlah penduduk di Indonesia. Angka yang tidak bisa diabaikan, mengingat 10 tahun lagi, segera kita akan menyambut bonus demografi. Usia produktif, punya banyak “panggung” untuk membangun Indonesia karna jumlah yang begitu besar dan mengalahkan jumlah penduduk usia non produktif.

Selain itu, lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang. Hal ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Tantangan lainnya adalah perkembangan media informasi yang tidak diimbangi dengan pengetahuan remaja yang memadai sehingga remaja belum bisa memanfaatkan peluang yang ada, akan tetapi malah sebaliknya remaja terperdaya oleh informasi-informasi yang kurang berdasar.

Youth Media Festival, sebagai acara tahunan di Pilar PKBI Jateng, pada 2015 ini, mengajak kamu para remaja, untuk berpartisipasi terhadap diskusi perkembangan ekonomi global, kependudukan dan perkembangan Ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk mengambil peluang yang strategis dimasa depan. Kegiatan ini merupakan serangkaian acara yang berisi kegiatan inspiratif dan kreatif bagi remaja terkait media, ekonomi dan kependudukan, bagaimanan cara mengatasi masalah, serta pemanfaatannya. Jadi, jangan lewatkan Youth Media Festival 2015 yaa. Kunjungi sukaremaja.or.id untuk informasi lebih lanjut 🙂

Poster YMF2015 (2)

close
Hubungi kami

Kami tidak aktif sekarang. Tapi Anda dapat mengirim email kepada kami dan segara mungkin untuk dibalas.

Questions, issues or concerns? I'd love to help you!

Tekan enter untuk mengobrol