Tag archives for:

Kunjungan

Kegiatan

52 Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari Belajar di PKBI Jateng

Posted on April 27, 2015 at 12:07 pm by / 0

Jembawan 8 (12/12- 2014). Sebanyak 52 mahasiswa yang terdiri dari 18 laki-laki  dan 34 perempuan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggaara berkunjung ke PKBI Jawa Tengah. Para mahasiswa yang didampingi 2 dosen pembimbing, diterima oleh Direktur Eksekutif  Daerah PKBI  Jateng, Elisabet S.A. Widyastuti, SKM.M.Kes  (Lisa)  di Wisma lantai 3 PKBI Daerah Jawa Tengah Jl. Jembawan no 8 Semarang. Di depan para mahasiswa, dalam paparannya tentang sejarah PKBI, Lisa menyampaikan bahwa Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap KB, kesehatan reproduksi dan seksualitas. Didirikan pada tanggal 23 Desember 1957 di Jakarta oleh sekelompok relawan dokter, bidan dan tokoh masyarakat yang dilandasi atas keprihatinan akan tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Sebagai LSM angkatan pertama di Indonesia, PKBI meyakini bahwa kesejahteraan keluarga adalah pilar utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Keluarga yang dimaksud adalah keluarga yang bertanggungjawab dalam lima dimensi yaitu: kelahiran, kesehatan, pendidikan, masa depan dan kesejahteraan. Selain itu, dalam melaksanakan programnya selalu dilandasi  semangat kerelawanan, kepeloporan, profesionalisme dan kemandirian.

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jawa Tengah sedang memaparkan Peran PKBI dalam Program KB dan kesehatan Reproduksi.

Saat ini PKBI berkarya di 27 provinsi di Indonesia, salah satunya di Jawa Tengah. Dan Sejak tahun 1967, PKBI telah menjadi anggota IPPF (International Planned Parenthood Federation), sebuah organisasi yang memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual yang beranggotakan lebih dari 170 negara di dunia. Di Jawa Jawa Tengah, PKBI memiliki 20 PKBI Cabang.

Kedepan PKBI bertekat untuk menjadi center of excellent (pusat unggulan) pengembangan program dan advokasi kesehatan seksual dan reproduksi yang mandiri di tahun 2020 (renstra PKBI 2010-2020). Salah satu langkah yang ditempuh untuk mempersiapkan diri adalah dengan menerapkan sistim akreditasi, sehingga PKBI dapat menjadi organisasi yang demokratis, transparan, akuntable dan mampu merespon kebutuhan masyarakat. Tahun 2014, PKBI Jawa Tengah memperoleh akreditasi A.

Usai mendengarkan paparan dari Direktur PKBI, mahasiswa dipandu untuk dapat mengenal lebih dalam peran pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan creative messages  for young people. Mereka dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing mendapatkan materi dari Youth Center Pusat Informasi dan Layanan Remaja (Pilar) , Koordinator program Anak dan HIV-AIDS serta Koordinator Rumah Pintar BangJo.

Pada sesi tanya jawab dan berbagi cerita Juliana salah satu peserta menyampaikan; bagaimanapun juga implementasi teori sangatlah penting dan pengalaman di lapangan akan menggenapinya. Juliana merasa kunjungan di PKBI kali ini membuka wawasan dan memberikan informasi baru yang bersifat implementatif.

Sementara itu Hartati Bahar, SKM. MKes, selaku dosen pendamping dapat memetik manfaat dari kunjungan tersebut, karena pengalaman PKBI dalam melakukan Advokasi kepada pemerintah, serta beberapa contoh desain media dan teknik pendekatan kepada unit sasaran yang menghasilkan target maksimal. Selain itu dalam keseharian selama 5 hari di kota Semarang, mahasiswa FKM Halu Oleo, juga mendapatkan pelatihan di FKM Undip, mereka sangat menikmati suasana Kota Lumpia, dengan potensi wisata dan kulinernya, juga kemacetan yang tidak pernah dialami di Kendari.  (antonius juang saksono)

Kegiatan

PKBI, Laboratorium Sosial Mahasiswa

Posted on April 27, 2015 at 11:21 am by / 0

Krapyak (19/1). Sebanyak 2 mahasiswa BURAPHA University Thailand, yang didampingi oleh seorang dosen dr.Kanchana Piboon, PhD, serta 2 orang dosen Universitas Dian Nuswantara Semarang mengunjungi PKBI Jateng. Kedua mahasiswa tersebut merupakan peserta program Darma Siswa di Fakultas Kesehatan UDINUS Semarang. Dalam kunjungannya ke PKBI Jateng mereka tidak sekedar berkunjung tetapi ingin belajar tentang peran PKBI di Jawa Tengah dalam mengatasi permasalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Pada kesempatan tersebut bertempat di ruang rapat lantai 2 PKBI Jawa Tengah Jl. Jembawan no.8 Semarang di paparkan program-program yang dilaksanakan PKBI Jawa Tengah. Meskipun permasalahan yang dihadapi oleh PKBI seputar kesehatan reproduksi di Indonesia maupun di Thailand hampir sama, namun cara menangani permasalahannya sangat berbeda.

JpegProgram disini sangat menarik, bagaimana PKBI mengembangkan program yang bertujuan untuk perencanaan keluarga, mulai dari kehamilan, anak, hingga remaja, dan terus berlanjut menggunakan kontrasepsi serta pendidikan kesehatan reproduksi yang juga sangat bermanfaat. Thailand juga memiliki masalah yang sama, bukan tidak mungkin nantinya kesehatan reproduksi di Indonesia juga diajarkan di sekolah di Thailand” ungkap Jamjuree Praphosri salah satu mahasiswa BURAPHA university. Hal tersebut juga dikuatkan oleh Kanchana selaku dosen di Burapha, kenakalan remaja yang ditemui olehnya masih seputar KTD, Seks beresiko, HIV-AIDS, serta pendidikan kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi di Thailand dulunya hampir serupa dengan Indonesia dimana membicarakan hal-hal seputar seksualitas masih dirasa tabu. Namun kini, kesehatan reproduksi sudah mulai dibicarakan disekolah, sehingga anak mendapatkan informasi yang tepat. Selain kunjungan ke PKBI Jawa Tengah, Rombongan juga berkesempatan untuk berkunjung ke Nuansa Mandiri, untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat yang dilakukan nuansa mandiri untuk melakukan micro finance sekaligus penyampaian informasi mengenai kesehatan reproduksi dan penyaluran kontrasepsi yang digunakan. PKBI Tempat magang mahasiswa Sementara itu PKBI Jateng pada periode Januari-Maret 2015 telah menerima 40 mahasiswa magang dari berbagai universitas dan institusi; antara lain UNDIP, Unika Soegijapranata, Udinus, Unnes, Unimus, UMS Surakarta, Stekom, Unissula, Akademi Komunitas Malang, Unsoed dan SMK N9 Semarang. Lamanya magang umumnya antara 1-3 bulan. Putri Mudjihanah mahasiswa magang dari Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata Semarang, menyampaikan bahwa selama 3 bulan ia magang di PKBI banyak mendapatkan manfaat berupa informasi tentang kespro, dan menjalin persahabatan dengan para relawan khususnya Pilar. Selain itu disiplin ilmu yang ditekuninya di kampus sangat bermanfaat untuk diimplementasikan di PKBI. Ada pula tiga mahasiswi Fakultas Psikologi UNDIP, mereka magang di Rumah Pintar BangJo atas inisiatif sendiri (bukan tugas kampus). Niatnya untuk mengisi liburan disamping karena tertarik dengan kegiatan sosial. “Saya senang sekali mendapat kesempatan ini. Saya menemukan hal-hal yang tidak saya peroleh di bangku kuliah. Ini adalah pengalaman baru bagi saya” kata Varra Varian, yang saat ini masih semester 6 Psikologi Undip saat ditanya mengenai kesannya magang di PKBI. Direktur Eksekutif PKBI Jateng, Elisabet S.A. Widyastuti saat ditemui membenarkan bahwa PKBI sesuai dengan visi dan misinya membuka diri untuk siapapun yang akan menanfaatkan sarana yang ada untuk belajar dan berkarya baik bagi remaja maupun relawan yang akan bergabung. “Kami senang PKBI bisa menjadi laboratorium sosial bagi para mahasiswa untuk mempraktekkan ilmunya, sekaligus mengenalkan kepada para mahasiswa mengenai kondisi nyata yang terjadi di masyarakat.” Imbuhnya. Harapannya dengan semakin banyaknya remaja dan mahasiswa yang singgah dan mendapatkan informasi Kespro yang benar, maka akan semakin banyak remaja yang peduli terhadap kesehatan reproduksi dan seksualitas.** (antonius juang saksono)

close
Hubungi kami

Kami tidak aktif sekarang. Tapi Anda dapat mengirim email kepada kami dan segara mungkin untuk dibalas.

Questions, issues or concerns? I'd love to help you!

Tekan enter untuk mengobrol