Tag archives for:

Peer Educator

Kegiatan

PKBI Jateng Latih Kespro Siswa Sekolah Dampingan

Posted on April 27, 2015 at 12:35 pm by / 0

Krapyak, (21/2) Pusat Informasi dan Layanan Remaja (Pilar) PKBI Daerah Jateng telah bekerjasama dengan Lima SMA/ SMK di kota Semarang, mengembangkan Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual. Sebanyak 35 siswa dari 9 sekolah selama dua hari (20-21/2) menjalani pelatihan Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kantor PKBI Daerah Jateng Jalan Jembawan no.8 Semarang. Training ini merupakan strategi penguatan bagi siswa dalam hal Organisasi PE, peningkatan Soft Skill, dan penyiapan PE di 4 sekolah yang baru bergabung pada tahun 2015.

Saat ini Pilar juga tengah menggandeng dan mengembangkan sekolah berbasis agama untuk ikut mengembangkan program tersebut disekolahnya. Salah satu kegiatan didalamnya adalah membentuk Peer Educator, yaitu melibatkan remaja untuk menyampiakan informasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual (PKRS) ke teman sebaya disekolah. Bukan itu saja, harapannya Peer educator dapat terlibat langsung dalam proses advokasi, promosi dan edukasi.  Oleh sebab itu, baik siswa yang tergabung dalam Organisasi Peer Educator, maupun siswa dari sekolah yang baru, perlu mendapatkan pelatihan soft skill tentang kepemimpinan, Media promosi dan edukasi, agar dapat memperluas jaringan  disekolah dan mengajak siswa untuk ikut berperan aktif dalam mengembangkan organisasi.

Nona Yabloy, Relawan Pilar PKBI Jateng tengah memfasilitasi Pelatihan Kesehatan Reproduksi bagi Siswa SLTA di Wisma PKBI, 21/2. Menurut pemateri Adelia Ismarizha  Asisten Program Youth Centre PILAR, pelatihan ini sangat penting, karena berdasarkan data layanan yang diterima oleh Pilar, pada tahun 2011, tercatat 2.967 remaja yang berkonsultasi ke PILAR PKBI dimana sebanyak 821 remaja berkonsultasi tentang permasalahan Kesehatan Reproduksi dan terdapat 79 kasus tentang Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), sementara pada tahun 2012, terdapat 63 kasus KTD pada remaja dengan usia termuda 12 tahun, dan pada tahun 2013 terdapat 64 kasus KTD, 26 kasus terjadi di Semarang. Peran PILAR PKBI  dalam pemberian informasi dan layanan Remaja, bertumpu pada  Program kesehatan remaja menjadi sangat penting mengingat saat ini jumlah remaja usia 10-24 tahun di Indonesia berjumlah sekitar 67 juta atau 30 % dari jumlah penduduk Indonesia 237,6 juta jiwa (sensus penduduk, 2010).  Adel juga menegaskan bahwa remaja yang berkonsultasi di Pilar akan mendapatkan pendampingan bahkan juga akan mendapatkan layanan konsultasi kesehatan di Klinik Warga Utama PKBI.

Elis (16) dari SMK Widya Praja Ungaran, peserta pelatihan ini menyampaikan bahwa manfaat pelatihan ini menurutnya dapat menambah pengalaman, teman, mengetahui penyebab kenakalan remaja, cara memberitahu dan mendampingi remaja, cara mengatasi masalah remaja, dan tahu penyebab-penyebabnya. Setelah acara ini Elis dan 3 temannya yang mengikuti pelatihan akan berusaha menularkan dan berbagi informasi kepada teman-teman baik sekolah maupun teman sepergaulannya. Harapannya apabila ada teman yang bermasalah tentang kesehatan dan menyangkut semua permasalah remaja Elis bersedia membantu dan mendampingi untuk mendapatka informasi dan pelayanan yang benar dan selalu bekerjasama dengan Pilar.

Sementara Ade, salah satu  peserta pelatihan juga merasa mendapatkan pengayaan materi dan informasi baru tentang kesehatan reproduksi. Ia merasa bahwa pemahaman tentang kesehatan reproduksi saat ini masih terlalu dangkal. Selain itu ia juga mendapatkan informasi tentang kasus-kasus remaja di seluruh dunia.

Saat ditemui di ruang kerjanya Direktur Eksekutif  PKBI Jateng,  Elisabet S.A. Widyastuti menyampaikan bahwa momen pelatihan ini sangat penting dan diselenggarakan oleh Pilar secara terprogram untuk memberikan bekal bagi siswa. Harapannya dengan semakin banyaknya siswa terlatih dan mempunyai informasi Kespro yang benar, maka akses remaja terhadap kesehatan reproduksi semakin mudah. Harapannya ke depan Jawa Tengah dapat menekan kasus-kasus KTD yang terjadi di kalangan remaja. (antonius juang saksono)

Kegiatan

Jejaring PE antar Perguruan Tinggi di Semarang Dihidupkan Kembali

Posted on February 10, 2013 at 1:53 pm by / 0

Setelah kurang lebih 2 tahun mengalami masa vakum, Jejaring Peer Educator (PE) antar perguruan tinggi Semarang dihidupkan kembali. Komitmen tersebut disepakati oleh para dosen pembina dan perwakilan PE dari 6 perguruan tinggi di Semarang pada saat menghadiri Lokakarya Membangun Jejaring PE antar Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Youth Center PILAR PKBI Jawa Tengah, Rabu 14 Desember 2011 di Aula Wisma PKBI Jateng.

Pertemuan yang dihadiri oleh 22 peserta dari Undip, Unnes, IAIN Walisongo, Udinus, USM dan Unimus serta Youth Center PILAR tersebut merupakan momentum rekomitmen guna mengembangkan program kesehatan reproduksi remaja di perguruan tinggi. Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jateng, Elisabet S.A Widyastuti, MKes pada sambutan Pembukaan menyampaikan bahwa remaja mempunyai hak untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi. Mahasiswa sebagai salah satu komponen masyarakat, yang di Semarang jumlahnya kurang lebih 125 ribu orang mempunyai potensi yang besar untuk dilibatkan dalam upaya pemenuhan hak tersebut.

Ditambahkan pula bahwa pada tahun 2006 telah dibentuk PE di 5 perguruan tinggi di Semarang yang diinisiasi oleh JEN (Jaringan Epidemiologi Nasional). Kelima PE tersebut membentuk jejaring kesehatan reproduksi. Prestasi terbaik yang pernah diraih yaitu pernah menyelenggarakan Konggres Nasional Kesehatan Reproduksi Remaja di Semarang tahun 2009, namun paska kegiatan tersebut aktivitasnya mulai menurun sehingga perlu di revitalisasi.

Revitalisasi ini disambut baik oleh dosen Pembina, “Kami menyambut baik Revitalisasi ini, diharapkan melalui jejaring PE dapat pula dikembangkan kegiatan peningkatan kapasitas, penelitian maupun advokasi secara bersama-sama” ungkap dosen pembina dari Udinus, Kismi Mubarokah, MKes.

Diakui oleh peserta bahwa pendanaan merupakan permasalahan yang hampir merata di semua perguruan tinggi seperti yang diungkapkan Effa anggota PE Ussec UNNES “SDM dan minat mahasiswa sudah ada, wadahnya pun sudah ada namun kami membutuhkan dukungan dari perguruan tinggi, khususnya pendanaan”. Dosen pembina Unimus, Trixie Salawati, MKes  menyampaikan bahwa guna mengatasi persoalan pendanaan kegiatan PE para dosen dengan sukarela bersedia mengumpulkan dana dari kantong pribadi. “Kami merasa perlu melakukan sesuatu untuk melindungi remaja untuk itu saya ajak kawan-kawan untuk urunan agar kegiatan anak-anak dapat tetap berjalan” Ungkapnya.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Drs. Samsul Huda, Mkes dari FKM Undip Semarang ini menghasilkan beberapa kesepakatan yang perlu ditindaklanjuti yaitu: 1) Semua peserta menghendaki agar jejaring PE antar perguruan tinggi dihidupkan kembali. 2) Mengembangkan kegiatan bersama-sama seperti pelatihan, penelitian, special event dan sharing informasi, 3) Mengharapkan peran YC Pilar untuk menjadi fasilitator guna meningkatkan eksistensi PE perguruan tinggi serta 4) Akan menyelenggarakan pertemuan rutin setiap dua bulan sekali dengan tempat bergilir.  Disepakati pula bahwa pertemuan yang akan datang akan dilaksanakan di UDINUS. Bravo unuk jejaring PE, semoga kiprahnya semakin nyata. (Esa/12/11)

close
Hubungi kami

Kami tidak aktif sekarang. Tapi Anda dapat mengirim email kepada kami dan segara mungkin untuk dibalas.

Questions, issues or concerns? I'd love to help you!

Tekan enter untuk mengobrol