Tag archives for:

Pojok Kespro

Pojok Kespro

Mengenal Jenis Kontrasepsi

Posted on April 25, 2017 at 12:00 pm by / 0

               Keluarga berencana merupakan sebuah cara dimana pasangan yang telah menikah berhak menentukan berapa banyak akan memiliki keturunan. Saat ini tidak lagi dibatasi menjadi dua orang saja, tetapi ketika sebuah keluarga mampu mencukupi hak dankebutuhan dari keturunannya nanti, maka mereka berhak memiliki anak lebih dari dua. Ada banyak pilihan cara untuk mengatur kehamilan yaitu dengan cara menggunakan alat dan tanpa alat. Sebelum memutuskan memilih suatu cara KB, klien harus dapat meminta bimbingan atau konseling pada konselor atau petugas klinik, untuk memperkaya informasi dan memantapkan pilihan yang terbaik. Pilihan ber-KB bisa dengan cara:

Kontrasepsi Sederhana

a. Pantang Berkala

Sering disebut dengan metode kalender kesuburan, adalah pencegahan kehamilan dengan cara tidak melakukan senggama (hubungan seksual) pada saat perempuan dalam masa subur. Diperlukan kerjasama dan pengertian yang baik antara pasangan.

Kelemahannya : tidak semua perempuan mengetahui kapan masa suburnya, banyak perempuan yang haidnya tidak teratur, sehingga memungkinkan ada kesalahan dalam menghitung masa subur.

b. ASI (Amenore Laktasi)

Cara KB ini bersifat sementara (6 bulan pertama sejak persalinan) yang juga menunjang upaya pemberian ASI. Cara ini adalah memanfaatkan ketidaksuburan alamiah karena pemberian ASI. Hisapan bayi sewaktu menyusui menimbulkan efek yang menekan produksi hormon yang diperlukan bagi ovulasi. Tanpa ovulasi kehamilan tidak mungkin terjadi. Tetapi cara ini tidak dijamin keberhasilannya walaupun ASI tetap diberikan sebelum memberi makanan tambahan dan frekuensi pemberian ASI (menyusui) masih tetap tinggi.

c. Kondom

Adalah sarung karet tipis berbentuk silinder yang dipakai (disarungkan) pada alat kelamin laki-laki ketika bersenggama, atau berbentuk bulat spon yang dimasukkan kedalam vagina jika yang memakai perempuan. Kondom selain mencegah kehamilan, juga mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS). Kegagalan dapat terjadi jika kondom dipakai saat sperma sudah keluar atau tumpah, atau tidak segera dikeluarkan waktu penis telah lemas, jika kondom robek. Sehingga jika menggunakan kondom harus diperhatikan cara pemakaiannya.

Kontrasepsi Non Hormonal

IUD (Intra Uterine Device)

Dikenal juga sebagai spiral atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). IUD adalah alat kontrasepsi yang disisipkan kedalam rahim, terbuat dari bahan semacam plastic berwarna putih. Ada pula IUD yang sebagian plastiknya ditutupi tembaga dan bentuknya bermacam-macam. Kelemahannya beberapa perempuan mungkin mengalami rasa nyeri di perut dan perdarahan sedikit-sedikit. Tapi gejala tersebut hanya berlangsung sementara, karena adanya proses adaptasi pada tubuh.

Kontrasepsi Hormonal

a. Pil KB

Adalah pil/tablet yang diminum oleh perempuan untuk mencegah kehamilan jika diminum setiap hari. Pil ini terbuat dari hormon yang mempunyai kesamaan dengan hormon yang terdapat dalam tubuh perempuan, yaitu ekstrogen dan progresteron.  Pemakaian pil KB sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun, karena tidak disarankan penggunaan pil KB lebih dari lima tahun. Keberhasilan dari pil KB tergantung pada kepatuhan dalam mengkonsumsinya secara teratur, dan tidak boleh terlambat.

b. Suntikan KB

Adalah suatu cairan berisi zat hormon buatan yang dapat mencegah kehamilan, selama jangka waktu tertentu, ada yang satu bulan ada juga yang tiga bulan. cairan tersebut merupan hormon progresteron sintetis. Suntikan KB dapat melindungi pemakai dari anemia/kurang darah. Memberi perlindungan terhadap radang panggul dan pencegahan kanker rahim.

c. Susuk KB (Implan)

Susuk KB atau Implan adalah kapsul kecil yang berisi zat untuk mecegah kehamilan. Ada yang berisi enam, dua dan satu kapsul. Susuk dipasang dibawah kulit lengan kiri, dan untuk yang kidal pada lengan kanan. Susuk KB dengan enam kapsul bermanfaat mencegah kehamilan selama lima tahun, sedangkan yang berisi satu kapsul bermanfaat setahun. Dalam penggunaan susuk KB ini beberapa perempuan akan mengalami perdarahan atau haid tidak teratur.

Kontrasepsi dengan Operasi

a. Vasektomi

Adalah tindakan operasi kecil yang lebih ringan dari pada sunat/ khitan. Disebut juga kontrasepsi mantap pria. Vasektomi dilakukan dengan menutup saluran sperma (bibit laki-laki) dengan operasi kecil pada sebelah kiri dan kanan kantong zakar. Vasektomi bukan pengebirian. Setelah vasektomi laki-laki dapat tetap melakukan senggama seperti semula, dan air mani tetap dapat dikeluarkan, tetapi sudah tidak mengandung sperma lagi. Kegagalan dengan cara ini hampir tidak ada, dan tidak mengganggu gairah seksual.

b. Tubektomi

Adalah salah satu cara mencegah kehamilan dengan tindakan operasi pada saluran telur perempuan. Tubektomi dianjurkan bagi pasangan yang tidak ingin punya anak lagi. Pasangan yang jumlah anaknya telah cukup, dan mempunyai penyakit yang membahayakan kesehatan, atau pasangan yang telah gagal dengan cara KB lainnya. Operasi dilakukan dengan memotong atau mengikat saluran yang membawa sel telur ke rahim. Setelah operasi sel telur yang dihasilkan akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menimbulkan kelainan apapun.

Kontrasepsi Darurat

Alat kontrasepsi darurat dalam bentuk pil, dikenal sebagai after morning pil, diminum setelah senggama yang tidak terlindungi. Cara ini diberikan pada perempuan yang melakukan senggama yang tidak terlindungi, yaitu senggama pertama yang tidak terlindungi, bukan senggama berikutnya yang tidak terlindungi. Pil kontrasepsi darurat tidak berfungsi efektif bila dilakukan berulang-ulang. Sebab pil tersebut tidak untuk pemakaian regular seperti halnya pil KB yang harus diminum secara teratur setiap hari.

Bagaimana, sudah mulai menentukan kah mana cara yang akan dipakai? Tentukan pilihanmu dengan pasanganmu, sehingga kalian berkomitmen untuk merencanakan masa depan secara bersama-sama. Jika ingin layanan dan konsultasi lebih lanjut, bisa langsung datang ke Klinik Warga Utama, PKBI Daerah Jawa Tengah.

Sumber :

  1. http://bidanrhyna.blogspot.co.id/2012/05/pengertian-kontrasepsi.html
  2. Informasi Kesehatan Reproduksi Perempuan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia tahun 2002
  3. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, edisi 3 tahun 2011
  4. http://aamsiti.blogspot.co.id/2010/03/kontrasepsi-alami.html
Pojok Kespro

Kekerasan Dalam Pacaran, Mungkinkah?

Posted on May 9, 2015 at 4:49 pm by / 0

lil coupleManusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan saling membutuhkan satu sama lain. Menurut teori hierarki Maslow, salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki. Kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki menjadi kebutuhan sesorang untuk memuaskan batin melalui kasih sayang dari orang lain, seperti pasangan.

Diusia remaja yang disebut-sebut sebagai usia badai dan penuh tantangan, kebutuhan akan rasa cinta ini biasanya dimaknai sebagai keinginan untuk memiliki kekasih. Saat pacaran seharusnya seseorang merasa lebih bahagia, punya keinginan untuk tumbuh bersama menjadi pribadi yang lebih baik. Akan tetapi tidak semua hubungan pacaran berjalan dengan mulus dan sesuai harapan. Hubungan pacaran yang seharusnya dipenuhi dengan rasa kasih sayang kerap kali diwarnai dengan kekerasan dalam pacaran.

Apa itu kekerasan dalam pacaran (KDP)?

KDP atau dikenal juga dengan Dating violence adalah tindakan atau ancaman untuk melakukan kekerasan, yang dilakukan salah seorang anggota dalam hubungan dating ke anggota lainnya (Sugarman & Hotaling dalam Krahe, 2001). KDP dilakukan untuk memperoleh kontrol, kekuasaan dan kekuatan atas pasangannya, perilaku ini bisa dalam bentuk kekerasan mental, fisik, ekonomi dan seksual.

Jenis-jenis KDP

  1. Kekerasan Mental

Kekerasan Mental adalah sikap verbal dan emosional berupa ancaman, intimidasi, yang dilakukan terhadap pasangannya dengan perkataan maupun mimik wajah. Kekerasan ini paling sering terjadi, dan biasanya tidak disadari baik oleh korban maupun pelakunya. Terdapat tanda kekerasan dalam hubungan pacaran untuk dikenali, misalnya pasangan memeriksa ponsel, email atau media sosial tanpa meminta izin, cemburu ekstrim hingga membuat situasi tidak aman, meremehkan atau mengejek, marah meledak-ledak dan mengisolasi dari keluarga dan teman-teman, posesif, menentukan sepihak pada pasangan tentang apa yang harus dilakukan. Kekerasan ini berimbas pada melemahnya posisi tawar salah satu pihak, perubahan mental, ketidakpercayaan diri, hingga ketakutan dan trauma.

  1. Kekerasan Fisik

Kekerasan fisik adalah perilaku yang mengakibatkan pacar terluka secara fisik, seperti memukul, menampar, menendang dan sebagainya (Murray, 2007). Wanita juga melakukan kekerasan tipe ini dengan pasangannya akan tetapi konsekuensi fisik yang dihasilkan tidak begitu berbahaya seperti yang dilakukan pria terhadap wanita. Kekerasan fisik biasanya didahului dengan kekerasan secara mental (psikis), dan mudah dikenali karna ada luka fisik yang terlihat atau dirasakan.

  1. Kekerasan Materi

Kekerasan materi adalah bagian lain dari kekerasan mental. Kekerasan materi lebih kepada meminta pasangan untuk mencukupi segala keperluan hidupnya (memanfaatkan pasangan dalam kebutuhan ekonomi), seperti meminta uang dan barang. Mencukupi kebutuhan pasangan bukanlah sesuatu yang wajar saat masih pacaran, terlebih jika membuat salah satu pihak harus mengorbankan kebutuhannya sendiri.

  1. Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual adalah pemaksaan untuk melakukan kegiatan atau kontak seksual sedangkan pasangan mereka tidak menghendakinya (Murray, 2007). Pria lebih sering melakukan tipe kekerasan ini dibandingkan wanita. Termasuk dalam kekerasan ini ialah pemaksaan ciuman, petting, necking, hingga intercourse atau berhubungan seksual. Dampaknya jelas lebih banyak merugikan perempuan misalnya terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki (KTD). Namun tak jarang keduanya mendapatkan dampak yang sama yakni Infeksi Menular Seksual (IMS) hingga HIV-AIDS

man-couple-people-woman-largeMungkinkah saya mengalami KDP?

Mungkin saja! Remaja dapat mengalami pelecehan atau perilaku hubungan yang tidak sehat, terlepas dari jenis kelamin, orientasi seksual, status sosial ekonomi, etnis, agama dan budaya.

Yuk, Stop Kekerasan dalam Pacaran!

Untuk menghindari KDP, juga untuk menyelamatkan diri dari KDP, ada baiknya kamu melakukan hal-hal seperti :

  1. Mengenali pasangan.

Hal ini perlu dilakukan supaya yakin pasangan adalah orang yang “baik” dan tidak punya potensi menjadi pasangan pelaku KDP. Tanyakan hal-hal pada dirimu sendiri, seperti; Apakah pasangan mudah marah dan meledak-ledak? Apakah ia sering mengancam akan melakukan hal yang merugikan dirimu pun ia sendiri saat cemburu? Apakah ia sering mengatakan hal negative tentangmu? Apakah ia bisa menjadi orang yang sangat berbeda sesaat setelah memukul dan memaki lalu meminta maaf agar kamu iba, tapi kemudian mengulang makian dan pukulan? Apakah ia membatasi semua aktivitas sosialmu termasuk memilih siapa saja temanmu? Jika ada jawaban YA pada satu atau lebih pernyataan tersebut, maka ada kemungkinan kamu berada dalam KDP.

  1. Bersikap asertif dengan menyatakan keberatan atau berani berkata ”Tidak” saat pasangan mulai memaksa melakukan sesuatu yang tidak kita suka dan tidak sepantasnya

Mengatakan “tidak” merupakan cara melindungi diri dari perlakuan yang merugikan diri. Ungkap pendapatmu mengenai perilaku yang tidak disukai dari pasangan agar tercipta suasana komunikasi yang baik. Dengan berani bersikap, maka kita juga akan lebih bertanggung jawab serta punya control atas diri sendiri.

  1. Mencari dukungan sosial dari pihak yang dipercaya jika perilaku pasangan mulai membuat kita ketakutan.

Kekerasan secara psikis biasanya lebih sulit diketahui oleh orang lain karena dampaknya tidak mudah terlihat. Untuk itu, jangan tutup komunikasi dengan sahabat. Jika perlu, hubungi ahli seperti konselor untuk menyikapi hal ini.

Ingat selalu, bahwa cinta seharusnya membawa banyak hal positif dalam hidup, jika dengan pacaran kamu menjadi sedih, kehilangan teman-temanmu, disakiti, atau bahkan menjadi tidak percaya diri dan trauma, maka jangan ragu untuk memutuskan hubungan. (Dania/Lina)

**Jika memerlukan konseling, Youth Center Pilar PKBI Jawa Tengah memiliki layanan konseling gratis untuk remaja. Kunjungi sukaremaja.or.id , atau facebook.com/ycsemarang, atau telp kami di 085726901717.

 

close
Hubungi kami

Kami tidak aktif sekarang. Tapi Anda dapat mengirim email kepada kami dan segara mungkin untuk dibalas.

Questions, issues or concerns? I'd love to help you!

Tekan enter untuk mengobrol