PILAR PKBI Jawa Tengah Peringati International Youth Day 2025, Wawali Surakarta Soroti Peran Remaja dalam Upaya Pencegahan Kekerasan.

Surakarta, 2 Agustus 2025 – PILAR PKBI Jawa Tengah menggelar Talk Show bertema “We Speak Up Because We Matter: Remaja Berdaya, Bebas dari Kekerasan di Gedung Sekretariat Bersama Surakarta, Sabtu (2/8). Kegiatan yang dihadiri 90 remaja dari berbagai komunitas di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo ini digelar dalam rangka peringatan Hari Remaja Internasional 2025.

Kekerasan terhadap remaja masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Data Simfoni PPA tahun 2024 mencatat 31.947 kasus kekerasan, dengan lebih dari sepertiga korbannya berusia 13–17 tahun. Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) hanya 0,19% korban yang melaporkan kasusnya, sementara sisanya memilih diam karena stigma, rasa takut, atau tidak tahu kemana harus mengadu.

Ketua PKBI Kota Surakarta, Heri Susanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya perencanaan kehidupan remaja, mulai dari pencegahan pernikahan anak, pengaturan jarak kelahiran, hingga pentingnya dukungan psikologis bagi generasi muda. Ia juga menyoroti rencana Pemkot Surakarta membentuk Posyandu Plus yang menghadirkan tenaga psikolog untuk membantu permasalahan remaja.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, dalam pesan kuncinya mengapresiasi dukungan lintas pihak terhadap agenda pemberdayaan remaja. Ia menegaskan perlunya menghapus kekerasan berbasis gender yang masih marak terjadi. “Banyak remaja yang tidak tahu atau ragu bersuara. Kita harus menciptakan lingkungan aman yang membuat mereka berani dan merasa aman untuk bercerita,” kata Astrid.

Talk show ini menghadirkan narasumber Rahayu Purwaningsih, Direktur SPEK-HAM Surakarta; Syakira Health Rangers Sukoharjo, dan Nimas Putri dari Youth Center PILAR PKBI Jawa Tengah, serta dipandu oleh moderator Agita Asri, Health Rangers Surakarta.

Selain talkshow di sudut ruangan juga dipamerkan Photovoice bertajuk “Metamorfosa”. Terdapat 30 koleksi photo yang dibuat oleh para penyintas kekerasan di Semarang. Photo ini memvisualkan kisah perjalanan para penyintas kekerasan menuju pemulihan. “Jadi kekuatan pameran ini bukan pada kualitas photonya, tetapi bagaimana proses menghasilkan photo ini sehingga dapat mewakili pikiran dan perasaan para penyintas, serta bagaimana mereka berproses untuk pulih” ujar Rei Oktaviani, Relawan Pilar yang mendampingi proses produksi photovoice Metaformosa.

Health Rangers

Dalam rangka pemberdayaan remaja, tahun 2025, Youth Center PILAR PKBI Jawa Tengah dengan dukungan dari Yayasan Ipas Indonesia telah merekrut 30 champion yang diberi nama Heath Rangers. Mereka berasal dari berbagai komunitas di Kabupaten Semarang, Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Setelah melalui proses pelatihan kesehatan reproduksi dan kekerasan berbasis gender mereka melakukan kolaborasi aksi dengan komunitas masing-masing untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Talkshow peringatan hari remaja internasional ini merupakan salah satu kolaborasi aksi para health rangers. “Hingga saat ini sudah ada 350 remaja dari 18 komunitas yang telah diedukasi oleh para health rangers. Latar belakangnya bermacam-macam, karena memang kami menggandeng berbagai komunitas yang selama ini kurang dekat dengan isu ini” kata Anis Sapitri, Koordinator Youth Center PIlar, sekaligus panitia panitia penyelenggara kegiatan ini.

Syakira, salah satu health rangers dari Sukoharjo, yang juga merupakan narasumber talkshow menyampaikan bahwa dia merasa sangat beruntung bisa terlibat dalam aksi ini. “Pertama karena selama ini belum banyak terpapar isu kesehatan reproduksi jadi bisa banyak belajar, dan kedua karena menemukan teman remaja sefrekuensi dan kritis, sehingga semakin membuat semangat untuk berkolaborasi”.

Secara terpisah, Elisabet Widyastuti, Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jawa Tengah berharap agar remaja tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk melaporkan kasus kekerasan dan menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. (Anis)

Sebarkan

Tinggalkan komentar