Siapa Kami

Kepekaan dan kepedulian PKBI terhadap masalah kesehatan perempuan pada gilirannya menyadarkan masyarakat untuk menempatkan KB dalam perspektif yang lebih luas, yaitu kesehatan reproduksi. Kerja keras yang terus menerus membuahkan pengakuan dunia terhadap eksistensi PKBI. Pada tahun 1969 PKBI mencatat sejarah baru sebagai anggota penuh IPPF, sebuah lembaga federasi internasional beranggotakan 184 negara yang memperjuangkan pemenuhan hak dan kesehatan seksual reproduksi bagi masyarakat di seluruh dunia.

Dr. dr. Daru Lestantyo, M.Si.

Ketua Pengurus PKBI Daerah Jawa Tengah

Sejarah PKBI

Berdiri sejak 23 Desember 1957, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) merupakan LSM tertua yang memelopori gerakan Keluarga Berencana di Indonesia.

Visi dan Misi Kami

Terwujudnya keluarga Bertanggung Jawab, yaitu keluarga yang menunaikan tanggung jawabnya dalam dimensi Kelahiran, Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan dan Masa Depan.

Kepengurusan

Kepengurusan PKBI Daerah Jawa Tengah terdiri dari kalangan profesional dan relawan muda yang mampu menjamin program PKBI berjalan dalam rangka mewujudkan misi PKBI.

0

project selesai

0

project selesai

0

project selesai

0

project selesai

Program Pemberdayaan

Program pemberdayan kami fokus pada pendidikan seksualitas, akses layanan kesehatan, keterlibatan anak muda, dan penelitian.

Pusat Informasi dan Layanan Remaja

Youth Center PKBI Jawa Tengah fokus pada remaja ragam identitas sejak tahun 1998

Rumpin Bangjo

Rumah Pintar (RUMPIN) BangJo adalah salah satu program PKBI Jawa Tengah yang menjangkau anak-anak jalanan yang tinggal di Pasar Johar

INKLUSI

Program INKLUSI bertujuan memperkuat perlindungan, pemenuhan hak, dan pengasuhan anak, khususnya Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) melalui pendekatan inklusif, ramah anak dan berbasis keluarga.

Jadi bagian dari kami

Salah satu kekuatan PKBI adalah bekerja atas kerelawanan. Profesionalisme dari staf dan pelibatan relawan muda di lapangan pada setiap level juga dapat menjamin kelangsungan pelaksanaan nilai dan misi PKBI yang sensitive gender.

Scroll to Top