Visi, Misi dan Nilai

FILOSOFI

Perkumpulan percaya bahwa keluarga adalah pilar utama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera

Fondasi penting yang telah terbangun adalah sejak 23 Desember 1957, PKBI berdiri dengan tujuan untuk mewujudkan keluarga bertanggung jawab karena PKBI meyakini keluarga merupakan pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Keluarga bertanggung jawab dipahami dan dimaknai sebagai keluarga yang menunaikan tanggung jawabnya dalam dimensi kelahiran, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan masa depan.


I. Dimensi Kelahiran, artinya kelahiran merupakan pilihan sadar yang terencana, kelahiran anak dalam setiap keluarga terjadi atas keinginanyang direncanakan.


II. Dimensi Pendidikan, artinya pendidikan dalam setiap keluarga ditujukan seluas-luasnya untuk mengembangkan kemampuan, kecerdasan dan kepribadian, dengan memberikan kesempatan yang sama untuk setiap anggota keluarga serta dilaksanakan secara dialogis.


III. Dimensi Kesehatan, artinya kesehatan keluarga ditujukan untuk terpenuhinya kebutuhan hidup sehat yang mengutamakan upaya pencegahan melalui pemberdayaan dan pembebasan dari ketergantungan obat-obatan kimiawi (lebih preventif daripada kuratif).


IV. Dimensi Kesejahteraan, artinya kesejahteraan yang mencerminkan martabat manusia (human dignity) lebih daripada pemilikan harta (not having but being).


V. Dimensi Masa Depan, artinya masa depan setiap anak ditentukan oleh dirinya sendiri dan bukan oleh orangtua atau orang lain. Perkembangan jaman saat ini menuntut keluarga tidak hanya bertanggung jawab namun juga Toleran dan Inklusif. Oleh karena itu penambahan satu dimensi yaitu Nilai Inklusif sebagai wujud toleransi PKBI kepada keberagaman menjadi penting.


VI. Dimensi Nilai Inklusif, artinya penerimaan, penghargaan, dan pelibatan keluarga terhadap perbedaan.

Visi

Terwujudnya keluarga dan masyarakat Indonesia yang bertanggung jawab dan inklusif.

Misi

  1. Memberdayakan masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang bertanggung jawab. 

  2. Membangun gerakan remaja yang inklusif.

  3. Memberikan Pelayanan Kesehatan Seksual Dan Reproduksi Secara Komprehensif, Profesional Dan Inklusif.

  4. Mempengaruhi Dan Menguatkan Para Pengambil Kebijakan Untuk Menghormati, Melindungi, Dan Memenuhi HKSR.

  5. Mengembangkan Organisasi yang professional untuk mencapai kemandirian dan keberlanjutan.

Strategi

  • Strategi I

Masyarakat paham dan mampu memutuskan pilihan secara sadar sesuai tugas perkembangannya dan memperjuangkan hak – haknya.

  • Strategi II

Remaja mampu menciptakan ruang-ruang strategis pengambilan keputusan.

  • Strategi III

Meningkatnya model-model layanan kesehatan keluarga komprehensif PKBI yang menjadi rujukan pihak lain.

  • Strategi IV

PKBI berhasil mempengaruhi Pemerintah untuk Mendukung Model Kesehatan Keluarga yang Komprehensif Berbasis Data.

  • Strategi V

PKBI menjadi organisasi yang terpercaya dengan jaringan yang kuat dan luas.

  • Strategi VI

PKBI Pusat, Daerah dan Cabang menjadi Organisasi yang kuat dalam Kelembagaan, SDM, Keuangan dan Aset.

Sebarkan