Satukan Langkah dan Semangat untuk mewujudkan Keluarga Bertanggungjawab

Sabtu, 29 Juni 2013 PKBI Daerah Jawa Tengah menggelar temu relawan dengan tema ” Satukan Langkah dan Semangat untuk mewujudkan Keluarga Bertanggungjawab” kegiatan ini diikuti oleh 90 orang terdiri dari Relawan PKBI Daerah Tengah dan Staff Pelaksana Daerah. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI Jawa Tengah dr. H.Hartono Hadisaputro, SpOG. Dalam sambutannya beliau menyampaikan maksud dan tujuan acara temu relawan ini yaitu bertujuan untuk menjelaskan tentang visi dan misi PKBI dan mengenal lebih dekat PKBI dan diharapkan menjadi penerus relawan PKBI di masa yang akan datang.

Selanjutnya disampaikan sharing pengalaman dari Bapak Toto Mudjiarto selaku wakil sekretaris PHD mengenai filosofi dan sejarah PKBI. Pada sesi ini disampaikan bahwa PKBI adalah lembaga swadaya masyarakat yang karakteristiknya milik masyarakat dan berunsur swadaya, berdiri 23 Desember 1957 di Jakarta, yang dibentuk dari para relawan yang peduli terhadap keselamatan Ibu dan anak. Atas dasar kematian ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan tinggi maka timbul pemikiran untuk mendirikan PKBI. Di PKBI itu tidak ada uang tapi perjuangan untuk ketidakberdayaan perempuan. Disampaikan juga bahwa sesuai dengan filosofi dan nilai-nilai PKBI maka PKBI percaya bahwa keluarga adalah pilar kesejahteraan hidup manusia. Dan PKBI menghargai semuanya dengan tidak membedakan agama, ras, suku bangsa, status sosial dan kedudukan setiap orang. Di ahir sesi pertama ini beliau menekankan kepada para relawan bahwa kekuatan PKBI berada di sumber daya relawan yang akan diolah menjadi 1 input menjadi satu visi dan misi PKBI.

Pada sesi berikutnya, disampaikan sharing pengalaman dari relawan senior, Bapak Soejatno Pedro, HD. Pada saat ini beliau menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Harian Daerah (PHD) PKBI Jawa Tengah. Beliau menyampaikan mengenai AD/ART PKBI yang merupakan peraturan tertinggi dan penting dalam sebuah organisasi atau perkumpulan. Berikutnya beliau menegaskan bahwa PKBI mempunyai asas Pancasila, bersemangatkan kerelawanan, kepeloporan, professional dan kemandirian. Sifat PKBI adalah terbuka, nirlaba, inovatif, dan mandiri. Peran PKBI adalah menciptakan Keluarga Bertanggungjawab, Meningkatkan Mutu Kegiatan KB dan Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Sebagai relawan senior bapak Soejatno Pedro, HD menginformasikan bahwa relawan adalah perorangan yang peduli terhadap visi dan misi PKBI, baik itu pikiran, tenaga dan lain-lain. Sedangkan jenis keanggotaan ada tiga yaitu anggota biasa, anggota kehormatan dan anggota luar biasa. Pada ahir sesi ini beliau menegaskan pentingnya AD/ART untuk diketahui oleh semua relawan, beliau juga mempunyai harapan bahwa para relawan akan lebih kerasan dan lebih inovatif untuk membangun organisasi ini untuk memajukan bangsa dan Negara Indonesia tercinta.

Sesi ketiga adalah penyampaikan informasi tentang program di PKBI Jateng oleh Direktur Pelaksana Daerah PKBI Jawa Tengah, Ibu Elisabet S.A, Skm, Mkes. Disampaikan bahwa PKBI Jawa tengah mempunyai 6 Project yaitu Youth Center Pilar yang sudah bekerja sama dengan 5 SMA dengan mengajari tentang kesehatan reproduksi, selain itu ada peer education, ceramah-ceramah di sekolah dan komunitas, kegiatan lain juga ada special even, kelas persiapan perkawinan, dll. Yang kedua adalah Klinik Warga Utama yang mempunyai pelayanan medis seperti pelayanan kehamilan, pemasangan alat kontrasepsi,dll dengan standar IPPF seperti adanya fasilitas tempat bermain anak, ruang konselor, ruang periksa, dll. Selain di Klinik, sosialisasi KB juga dilakukan di berbagai tempat di puskesmas, Ibu-ibu PKK dll. Project ketiga adalahRumah Pintar BangJo dengan program Kelompok belajar usia sekolah, PAUD, drop Out, pemberian ketrampilan seperti sablon dan sejenisnya.

Program ke empat adalah IIWC dalam program ini ada dua model workcamp yaitu jangka panjang dan jangka pendek, yang bekerja sama dengan dengan relawan asing, diberbagai tempat dan bermacam-macam kegiatan. Selanjutnya adalah 2 Project tentang penanggulangan HIV dan AIDS yaitu Program anak dan HIV di Grobogan dan Jepara serta Program penaggulangan hIV yang menyasar populasi kunci melalui program GF round 8 SSF. Selain beberapa project yang ada Direktur PKBI Jawa Tengah menginformasikan bahwa PKBI mempunyaiWisma PKBI yang mempunyai fasilitas seperti kamar tidur, Aula untuk ruang pertemuan yang sudah semewah hotel, parkir luas dan akses yang mudah.

Pada sesi sharing yang terahir, Ny. Oerip Lestari DS, SE, MSi selaku Bendahara PHD membagikan pembelajaran seputar Manajemen Keuangan Organisasi. Pada sesi ini beliau menyampaikan tentang prosedur pengelolaan keuangan organisasi, mulai dari pencatatan, penggunaan sampai pada pertanggungjawaban.

Selanjutnya sesi diskusi terbuka antara peserta dengan pembicara, mulai dari visi dan misi PKBI hingga ke agenda pembinaan PKBI daerah Jawa Tengah kepada PKBI Cabang. Dari sesi diskusi ini nampak antusias peserta untuk mengenal lebih dalam organisasi PKBI dan pandangan – pandangan ke depan dalam memajukan organisasi PKBI Jawa Tengah, khususnya dalam menciptakan keluarga bertanggungjawab saat ini sebagai modal untuk menyambut bonus demografi sebentar lagi akan tiba.

Sebarkan

Tinggalkan Komentar