BAPER-RUN “Memperingati Hari Anti Kekerasan International”

“Don’t Baper, Just RUN” demikian tagline dari kegiatan lari pagi yang diselenggarakan IIWC of PKBI (Indonesia International Work Camp of Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) bekerjasama dengan Semarang Runners, Minggu 2 Oktober 2016 di halaman Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, jalan pahlawan. Peserta lari menggunakan dress code batik, sebagai salah satu aksi memperingati hari batik nasional. Sedikitnya, 100 anak muda terlibat dalam kegiatan ini.

Baper sebuah kosa kata dalam pergaulan kini, yang bermakna Membawa Perasaan (Bawa Perasaan), atau menyelesaikan segala sesuatu dengan perasaan. Dalam kasus kekerasan, terutama yang dilakukan orang terdekat, seringkali korban merasa “baper” dan tidak mau melaporkan atau melakukan sesuatu untuk meghentikannya. Sementara tidak ada alasan yang membenarkan kekerasan boleh dilakukan kepada siapapun. Lari disimbolkan sebagai upaya untuk kita menyelamatkan diri sendiri dalam mengalami kekerasan (mencari bantuan), dan siap untuk membantu sekitar jika terjadi kekerasan.

Kegiatan Baper-RUN ini merupakan rangkaian kampanye IIWC of PKBI yang berjudul #LoveYourself dalam issue mencegah kekerasan. “Kekerasan terjadi  sebab adanya relasi kuasa yang tidak seimbang antara 2 orang atau lebih. #LoveYourSelf merupakan suatu campaign, tentang bagaimana kita sebagai individu mampu mencintai diri, menghargai diri sendiri, sehingga punya kontrol atas diri kita sendiri termasuk punya posisi tawar ketika mengalami kekerasan.” Elisabet S. A Widyastuti, Direktur Eksekutif PKBI Daerah Jawa Tengah.

#LoveYourself Campaign

Gempuran media dan lingkungan kerap mendefinisikan remaja yang baik dengan kriteria yang rentan melemahkan kepercayaan diri remaja. Remaja yang mengalami kepercayaan diri rendah, berpotensi untuk menjadi korban kekerasan, seperti bullying, kekerasan seksual bahkan depresi. Dalam survey Asian-Pacific Institute for Gender-Based Violence, disebutkan 44% perempuan yang mengalami kekerasan tidak melakukan apapun untuk melindungi dirinya, ketika 31,2%  diantaranya tetap diam dan mengangap kekerasan merupakan suatu yang harus disembunyikan. Hanya 34,3% yang melakukan upaya mencari bantuan ketika mendapatkan kasus kekerasan.

#LoveYourself campaign mengajak para remaja peduli terhadap dirinya, dan orang disekitarnya dengan menyampaikan pesan positif dan mendefinisikan konsep diri terbaik menurutnya.

Campaign ini pula didukung oleh Network Voluntary Delopment Asia (NVDA) sebagai common action NVDA 2016, serta tercatat sebagai salah satu aktifitas dalam Global Human Rights Week of CCIVS (Coordinating Committee of International Voluntary Services)

Sebarkan

Tinggalkan Komentar