Hari AIDS Sedunia (HAS) : Senam Sehat, Kampanye HIV AIDS untuk Menghapus Stigma dan Diskriminasi bagi ODHA

Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh PKBI Daerah Jawa Tengah. Berperan sebagai Sub Recipient (SR) dalam pelaksanaan proyek HIV dari Global Fund (GF), PKBI memiliki 8 Sub-Sub Recipient (SSR) di 8 Kota/Kab dengan LSM Lokal sebagai mitra kerja. Peringatan Hari AIDS Sedunia menjadi kegiatan bagi seluruh aktifis HIV untuk melakukan evaluasi pelaksanaan penanggulangan HIV, sekaligus membuka mata masyarakat untuk peduli terhadap persoalan HIV yang ada di sekitarnya.

Fokus pada populasi kunci sejak awal proyek ini menjadi tantangan ketika proyek akan berakhir, pada satu sisi masyarakat masih banyak yang belum memahami informasi HIV secara komprehensif. Pegiat HIV yang ada di Kota/Kab khususnya SSR PKBI Daerah Jawa Tengah, melakukan strategi pendekatan masyarakat melalui wadah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) dengan menempatkan masyarakat sebagai Subjek dalam upaya penanggulangan HIV berbasis Desa/Kelurahan. Keyakinan PKBI dan mitra kerja bahwa kekuatan nyata masyarakat masih sangat kental di Desa/Kelurahan, nilai-nilai luhur Indonesia seperti gotong-royong, solidaritas, toleransi masih dipegang teguh. Potensi inilah yang menjadi modal untuk menyelesaikan persoalan HIV. Peringatan HAS 2015 dengan tema nasional “Hidup Sehat Awal Pencegahan HIV-AIDS” melibatkan masyarakat sebagai perencana sekaligus pelaksana kegiatan. 3 (tiga) Kota/Kab SSR PKBI melakukan kegiatan serempak, Kota Surakarta, Kab. Tegal dan Kab. Batang.

Kota Surakarta

Memilih area CFD jalan Slamet Riyadi Surakarta sebagai titik central kegiatan, SSR Kota Surakarta melaksanakan beberapa kegiatan. Senam bersama, dialog interaktif (live) dengan Solo radio dan tes HIV. Kegiatan bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Surakarta dan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (DISHUBKOMINFO) Kota Surakarta, Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan jajaran aktifis HIV Kota Surakarta. Kegiatan senam bersama yang melibatkan komunitas ODHA yang tergabung dalam KDS Solo Plus memiliki misi untuk mengikis stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.  Mendekatkan ODHA kepada masyarakat dan menunjukkan bahwa ODHA mampu untuk tetap bekerja dan beraktifitas layaknya orang yang sehat, memiliki penampilan yang sama (tidak menakutkan), dengan demikian masyarakat tidak takut untuk melakukan kontak social dengan ODHA. Tes HIV yang dilakukan di area CFD bekerjasama dengan Puskesmas Gajahan dan Manahan menjadi tes HIV bersama yang dilakukan ditengah keramaian CFD. Antusiasme warga cukup menggembirakan, 30 menit tes HIV dibuka sudah melayani 25 warga Surakarta yang ingin mengetahui status HIV mereka. Harapan besar muncul dalam upaya penanggulangan HIV bahwa tes HIV sama dengan tes kesehatan lainnya seperti tes gula darah dan kolesterol, dengan demikian stigma terhadap tes HIV akan hilang dan masyarakat tidak ragu untuk melakukan tes HIV. Pegiat HIV di Surakarta memanfaatkan momentum HAS ini untuk menyuarakan aspirasi, melahirkan sebuah pernyataan sikap bersama yang berisi :

PERNYATAAN SIKAP

(KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA)

DARI PENGGIAT PEDULI HIV

KOTA SURAKARTA

  1. MENDORONG PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PROVINSI DAN KOTA/KABUPATEN), UNTUK TETAP KONSISTEN MEMBERI PERHATIAN TERHADAP PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN
  2. MENDORONG PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PROVINSI DAN KOTA/KABUPATEN), MENYEDIAKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG BERKUALITAS TANPA DISKRIMINASI PADA ODHA.
  3. MENDORONG PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PROVINSI DAN KOTA/KABUPATEN, MEMBERIKAN DUKUNGAN KEBIJAKAN DAN ANGGARAN BAGI ORGANISASI ORANG DENGAN HIV-AIDS, LSM PEDULI AIDS DAN WARGA PEDULI AIDS, DALAM AKSI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN AIDS.
  1. MENDORONG PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA, (PROVINSI DAN KOTA/KABUPATEN, UNTUK MEMBERI PERHATIAN YANG MEMADAI TERHADAP PROGRAM  MITIGASI DAMPAK PADA  ORANG DENGAN HIV DAN AIDS.

Kab. Tegal

Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2015 di Kabupaten Tegal  dengan tema lokal “saatnya bertindak untuk berperilaku sehat” oleh PKBI Kabupaten Tegal, pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya didukung dan dilaksanakan oleh para kader-kader tangguh dari desa Harjosari Kidul yaitu melalui wadah Pusat informasi kesehatan masyarakat (PIKM) Cahaya Mulia. Bertempat  di Shelter Trasa Slawi kegiatan Senam bersama berlangsung dengan meriah. Seluruh kader PIKM Kab. Tegal turut memeriahkan kegiatan tersebut, tidak kurang 450 orang perwakilan dari Desa/Kelurahan. Berbagai macam doorprize disediakan oleh panitia yang berasal dari sponsor semakin menarik minat masyarakat sekitar. Misi yang sama menjadi target kader PIKM dan SSR Kab. Tegal untuk mengikis stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Melibatkan komunitas ODHA Kab. Tegal yang tergabung dalam wadah KDS Jingga, menunjukkan bahwa ODHA mampu menjadi penggerak dalam kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan dan tetap berdaya.

Kab. Batang

Kegiatan Hari Aids Sedunia 2015 di Kabupaten Batang diselenggarakan oleh SSR Kab. Batang (Forum Komunikasi Peduli Batang) bekerja sama dengan Forum generasi Peduli AIDS (FGPA), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. batang dan Dishubkominfo Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut bertempat di area pendopo dan alun-alun kabupaten Batang dengan beberapa rangkaian kegiatan antara lain Dance 4 Life, long march dan orasi, testimoni odha, tes VCT dan pentas seni. Tidak kurang 600 Orang terlibat dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari pelajar, SKPD, tokoh masyarakat dan komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Batang.

Dimulai dari pukul 07.00 WIB dengan senam bersama dengan ibu Yoyok (Isteri Bupati Batang) yang sebelumnya telah memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan HAS 2015 dan diteruskan dengan sambutan Bapak H Mudhofir dari KPA kabupaten Batang. Dilanjutkan dengan pelepasan jalan sehat/ longmarch dan orasi dari para siswa siswi. Selama long march para peserta membagikan leaflet yang berisi informasi tentang HIV AIDS. Selain itu ada testimony dari ODHA yang telah open status, menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi kepada ODHA. Kepedulian keluarga dan masyarakat menjadi factor yang sangat diperlukan bagi ODHA untuk tetap semangat menjalani hidup dan terus berkarya. Sembari mendengarkan testimoni, para peserta dipersilahkan untuk satu persatu melakukan tes VCT yang disediakan oleh layanan dari RS QIM. Acara dilanjutkan dengan pentas seni musik, teatrikal, dan pembacaan puisi dari para siswa siswi kreatif dari SMA/SMK/MA se-Kabupaten Batang. **

**Dwi Yunanto Hermawan, Project Manager HIV – PKBI Jawa Tengah

Sebarkan

Tinggalkan Komentar