Pencegahan Kekerasan Berbasis IT

Belakangan ini isu kekerasan anak sedang mendapatkan perhatian yang cukup besar dari Pemerintah, swasta maupun dari masyarakat. Selain dari meningkatnya jumlah kasus kekerasan, hal tersebut juga disebabkan karena expose media terhadap kasus kematian Angeline yang dianiaya oleh Ibu angkatnya. Berbagai upaya pencegahan kekerasan terhadap anak mulai dirancang. Salah satu program yang dapat di rancang adalah upaya penyebaran informasi atau edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak melalui media informasi dan teknologi (IT).


Kelompok jurnalis memberikan dukungan terhadap upaya pencegahan Kekerasan terhadap Anak dengan memberikan alternatif media-media yang dapat digunankan untuk promosi. Media yang dapat dimanfaatkan dapat berupa media cetak maupun media online. Selama ini surat kabar banyak mengulas isu-isu, berita, maupun opini publik mengenai topik kekerasan terhadap anak. Kekuatan dari media jurnalistik baik cetak maupun online adalah masih cukup banyak peminat atau pembacanya sehingga masih ada segmen pasar yang bisa dijadikan sasaran. Untuk saat ini segmentasi untuk media cetak adalah masyarakat secara umum, sedangkan remaja dan anak-anak lebih menyukai media berita online.


Kelompok media radio memiliki sasaran yang lebih berfariasi mulai dari orang tua, remaja, dan anak-anak. Mereka mempunya beberapa program khusus yang disesuaikan dengan sasarannya. Untuk sasaran orang tua radio elshinta memiliki program news and talk, talkhow, dan diskusi interaktif. Berita-berita tersebut sangat dimungkinkan berisi tentang info kesehatan, kekerasan, pelecehan, parenting, dan info-info lainnya yang berhubungan dengan kekerasan terhadap anak, tergantung dengan isu yang sedang berkembang saat itu. Kelebihan dari media radio adalah langsung pada sasaran sehingga pesan lebih cepat tersampaikan serta berita yang disajikan juga relatif up to date.


Provider selular lebih menyasar pada remaja karena remaja dianggap sebagai pangsa pasar yang cukup potensial sehingga jika ada program pencegahan Kekerasan terhadap Anak juga diarahkan ke sasaran remaja. Jenis media yang dapat dimanfaatkan adalah Digital Media dan Sosial Media termasuk Account Resmi Indosat (Twitter, dan FB). Strategi yang dapat dijalanakan mulai dari pelibatan public figure (artis atau endorser) yang usia remaja sehingga remaja terkait dengan informasi yang disebarkan. Pelibatan follower dalam digital media sehingga mereka terlibat secara aktif di kegiatan-kegiatan pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang respondennya melibatkan anak. Pelibatan provider di beberapa event diantaranya Tarhib (jalan santai, senam bersama, sepeda santai, jalan bersama), CFD/Car Free Day, atau kgiatan ngabuburit. Pelibatan duta provider yang dapat menggerakan teman-teman remaja disetiap sekolah. Kemudian diperkuat dengan tanda tangan dari pejabat Pemda setempat yang berisi mohon dukungan indosat terkait kegiatan pencegahan KtA ini (Eg: Walikota ataupun Gubernur).


Kelebihan media selular diantaranya adalah jangkauan responden luas, biaya lebih murah, accesible, warm nya lebih bagus karena lebih masuk kepada responden, spreadingnya lebih cepat, luas dan murah. Untuk kekurangan media selular diantaranya Jika ada isi koment yang jelek itupun bisa cepat tersebar, untuk mengatasinya melalui twitter dan FB dilakukan sensor dari pihak vendor indosat terkait dengan content negatif yang mungkin muncul dari komen yang masuk.**

**Efa Nugroho, Relawan PKBI Jawa Tengah, dosen Fakultas Kesehatan dan Olah Raga Unnes.

Sebarkan

Tinggalkan Komentar