Kekerasan masih menghantui kehidupan anak

Kekerasan pada anak masih menjadi topik utama yang terjadi di dunia ini. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga terjadi dibelahan dunia lainnya. Anak adalah sosok polos yang masih belum mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya. Sering kali anak mudah terbujuk ketika mendapatkan sebuah rayuan, atau paksaan. Pengalaman yang diterima pun bisa menjadi pengalaman yang buruk sehingga menyebabkan trauma, atau jika hal tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak, maka dikemudian hari ada kecenderungan menjadi seorang pelaku.

Kekerasan anak adalah Setiap tindakan  terhadap anak baik dari orang tua ataupun pengasuh yang dapat menyebabkan kematian , kerusakan fisik dan emosional yang serius dan membahayakan kehidupan anak,  pelecehan seksual dan eksploitasi anak maupun semua tindakan yang berdampak pada resiko besar dan bahaya yang serius pada anak, termasuk pengabaian terhadap anak.

Bentuk dari kekerasan pada anak adalah :

  1. Kekerasan Fisik, bisa memukul, menampar, menendang dan lain-lain, yang dapat mengakibatkan cidera ringan sampai berat.
  2. Kekerasan Psikologis, bisa manipilasi, eksploitasi, merendahkan, menghina, pemaksaan, isolai sosial, ucapan yang merendahkan, ancaman ekonomis, fisik.
  3. Kekerasan Seksual, bisa berupa pelecehan seksual dengan kontak fisik, meraba alat kelamin anak, pemaksaan hub seksual secara tidak wajar, memaksa melakukan pelacuran, dan lain-lain
  4. Penelantaran anak, dimana tidak mempedulikan kesejahteraan fisik, emosi dan sosial anak maupun menghargai hak anak untuk belajar, dilindungi, kesehatan.

Dampak kekerasan pada anak secara fisik bisa berupa :

  1. Luka2 ringan secara fisik sampai luka berat
  2. Tidak bisa berfungsinya anggota tubuh secara normal
  3. Kecacatan
  4. Lumpuh
  5. Kematian

Sedangkan dampak secara psikologis kekerasan pada anak terbagi menjadi dua yaitu dengan kategori ringan dan kategori berat.

Untuk dampak dengan kategori ringan bisa berupa :

  1. Ketakutan dan perasaan di teror
  2. Rasa rendah diri, kehilangan harga diri, tidak berdaya,
  3. Gangguan tidur
  4. Psikosomatis
  5. Rasa dendam pada orang tua
  6. Sulit untuk belajar

Sedangkan dampak psikologis dengan kategori berat  bisa berupa :

  1. Stress berat
  2. Gangguan fungsi tubuh berat seperti tiba2 buta atau lumpuh tanpa indikasi medis
  3. Depresi berkepanjangan
  4. Merasa tidak berharga
  5. Bunuh diri

Anak menyerap seperti busa, sehingga pengalaman atau sesuatu yang dihadapi oleh anak akan terserap dan membekas dalam ingatan selamanya. Pada usia 0-5 tahun, daya serap anak bisa mencapai 70%, sedangkan pada usia 7-12 tahun, daya serap anak mencapai 50%.

Pengalaman buruk pada anak akan tersimpan rapi didalam memorinya (ingatannya). Begitu pula pengalaman menyenangkan juga akan terbekas selamanya.

Cintai anak selayaknya kita juga ingin dicintai dan dikasihi. Satu kali bentakan pada anak akan menghancurkan 1 miliar sel otak pada anak. Satu kali pukulan fisik pada anak akan menghancurkan 10 miliar sel otak. Dan Kasih sayang serta pengertian pada anak akan menumbuhkan 10 triliun sel otak pada anak.

Sebarkan

Tinggalkan Komentar