Lindungi Karyawan Perempuan PKBI Berikan Layanan IVA di PT. Mas Sumbiri

Boja (7/2),  Klinik Warga Utama Perkumpuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jateng mendapat kepercayaan  untuk  melayani pemeriksaan IVA  pada PT. MAS Sumbiri sebuah perusahaan yang memproduks underwear Brand Internasional Victoria’s Secret di Dukuh Nglorok RT2/RW3 Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Perusahaan yang membawahi hampir 2.200 karyawan ini terus berkembang.; Dan 96 % karyawannya adalah perempuan. Program pemeliharaan kesehatan melalui pemeriksaan IVA kali ini sebagai tindak lanjut dari edukasi bagi karyawati melalui beberapa kali ceramah tentang kesehatan reprosuksi dan KB beberapa waktu yang lalu.

PKBI Jateng dengan segala potensi, kemampuan dan pengalamannya di bidang kesehatan reprodusi dan KB berkesempatan untuk menjalin kerjasama untuk pemeliharaan kesehatan tersebut. Meskipun pihak perusahaan telah menyediakan layanan kesehatan umum namun masih dirasa kurang karena urusan kesehatan reproduksi memerlukan penanganan khusus tegas; Alfi Nur Aini, yang bertindak sebagai staf HRD PT. Mas Sumbiri. Untuk keperluan itu maka perusahaan tempat dia bernaung menggandeng PKBI Jateng.

Sebanyak 92 karyawati  perempuan yang terdiri dari staf administrasi dan karyawati bagian produksi yang memenuhi persyaratan, atau mereka yang mempunyai keluhan terhadap organ reproduksinya, semisal sering keputihan dan gatal-gatal berkesempatan untuk periksa IVA. Adapun syarat pemeriksaan IVA adalah Sudah pernah melakukan hubungan seksual/ sudah menikah, Tidak sedang datang bulan/haid, Tidak sedang hamil dan 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual.

[Hampir seluruhnya mereka yang bersedia memeriksakan diri melalui metode IVA sudah pernah mendapatkan penjelasan tentang IVA (inspeksi visual dengan asam asetat),  merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin, pemeriksaan ini selain sederhana dapat juga dilihat dengan mata telanjang; Pada pemeriksaan ini, dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo. Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel. Sehingga pemeriksaan menggunakan metode IVA, sangat cocok bagi perusahan yang mempunyai jumlah karyawan perempuan banyak. Hal ini untuk mendeteksi lebih dini dan memungkinkan tim kesehatan memberikan rujukkan apabila diketahui ada gejala.

Mengapa perusahaan memprogramkan pemeriksaan ini, karena perusahaan mempertimbangkan juga tentang bahaya bahwa kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang mematikan, saat ini banyak menyerang perempuan di Indonesia. Dan bila terkena kanker rahim biaya pengobatannya sangat mahal, namun apabila diketahui lebih dini maka kemungkinan untuk dapat disembuhkan lehih besar dan lebih murah. Selain itu karyawati sebagai aset perusahaan dapat bekerja dengan nyaman, apabila dinyatakan bebas dari gejala kanker rahim.

Pada pemeriksaan di PT. Mas Sumbiri terbagi menjadi dua bagian yaitu sebelum pk. 13.00 WIB, dikhususkan pada staf administrasi sedangkan setelah pk.14.00 WIB karyawati bagian produksi. Hal ini dikarenakan pergantian jam kerja pagi baru dimulai pada jam tersebut. Pemeriksaan IVA yang dimulai sejak 09.30 WIB berakhir pada pukul 17.00 WIB, sayangnya mereka yang telah mencatatkan diri siap untuk diperiksa hanya 60 orang yang terlayani, sebagian mereka yang tidak bisa karena faktor tugas pekerjaan dan halangan karena syarat periksa IVA.  Rizky Ula Saari yang akrab dipanggil Kiki salah satu tim kesehatan Klinik Warga Utama PKBI Jateng menyampaikan bahwa hasil temuan dari pemeriksaan tersebut terdapat 7 karyawati yang memerlukan tindakan lebih lanjut; Temuan masih dalam taraf ringan yang perlu mendapatkan perhatian dan pengobatan untuk proses penyembuhan. ***antonius jhe saksono

Sebarkan

Tinggalkan Komentar