PKBI, Laboratorium Sosial Mahasiswa

Krapyak (19/1). Sebanyak 2 mahasiswa BURAPHA University Thailand, yang didampingi oleh seorang dosen dr.Kanchana Piboon, PhD, serta 2 orang dosen Universitas Dian Nuswantara Semarang mengunjungi PKBI Jateng. Kedua mahasiswa tersebut merupakan peserta program Darma Siswa di Fakultas Kesehatan UDINUS Semarang. Dalam kunjungannya ke PKBI Jateng mereka tidak sekedar berkunjung tetapi ingin belajar tentang peran PKBI di Jawa Tengah dalam mengatasi permasalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Pada kesempatan tersebut bertempat di ruang rapat lantai 2 PKBI Jawa Tengah Jl. Jembawan no.8 Semarang di paparkan program-program yang dilaksanakan PKBI Jawa Tengah. Meskipun permasalahan yang dihadapi oleh PKBI seputar kesehatan reproduksi di Indonesia maupun di Thailand hampir sama, namun cara menangani permasalahannya sangat berbeda.

Program disini sangat menarik, bagaimana PKBI mengembangkan program yang bertujuan untuk perencanaan keluarga, mulai dari kehamilan, anak, hingga remaja, dan terus berlanjut menggunakan kontrasepsi serta pendidikan kesehatan reproduksi yang juga sangat bermanfaat. Thailand juga memiliki masalah yang sama, bukan tidak mungkin nantinya kesehatan reproduksi di Indonesia juga diajarkan di sekolah di Thailand” ungkap Jamjuree Praphosri salah satu mahasiswa BURAPHA university. Hal tersebut juga dikuatkan oleh Kanchana selaku dosen di Burapha, kenakalan remaja yang ditemui olehnya masih seputar KTD, Seks beresiko, HIV-AIDS, serta pendidikan kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi di Thailand dulunya hampir serupa dengan Indonesia dimana membicarakan hal-hal seputar seksualitas masih dirasa tabu. Namun kini, kesehatan reproduksi sudah mulai dibicarakan disekolah, sehingga anak mendapatkan informasi yang tepat. Selain kunjungan ke PKBI Jawa Tengah, Rombongan juga berkesempatan untuk berkunjung ke Nuansa Mandiri, untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat yang dilakukan nuansa mandiri untuk melakukan micro finance sekaligus penyampaian informasi mengenai kesehatan reproduksi dan penyaluran kontrasepsi yang digunakan. PKBI Tempat magang mahasiswa Sementara itu PKBI Jateng pada periode Januari-Maret 2015 telah menerima 40 mahasiswa magang dari berbagai universitas dan institusi; antara lain UNDIP, Unika Soegijapranata, Udinus, Unnes, Unimus, UMS Surakarta, Stekom, Unissula, Akademi Komunitas Malang, Unsoed dan SMK N9 Semarang. Lamanya magang umumnya antara 1-3 bulan. Putri Mudjihanah mahasiswa magang dari Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata Semarang, menyampaikan bahwa selama 3 bulan ia magang di PKBI banyak mendapatkan manfaat berupa informasi tentang kespro, dan menjalin persahabatan dengan para relawan khususnya Pilar. Selain itu disiplin ilmu yang ditekuninya di kampus sangat bermanfaat untuk diimplementasikan di PKBI. Ada pula tiga mahasiswi Fakultas Psikologi UNDIP, mereka magang di Rumah Pintar BangJo atas inisiatif sendiri (bukan tugas kampus). Niatnya untuk mengisi liburan disamping karena tertarik dengan kegiatan sosial. “Saya senang sekali mendapat kesempatan ini. Saya menemukan hal-hal yang tidak saya peroleh di bangku kuliah. Ini adalah pengalaman baru bagi saya” kata Varra Varian, yang saat ini masih semester 6 Psikologi Undip saat ditanya mengenai kesannya magang di PKBI. Direktur Eksekutif PKBI Jateng, Elisabet S.A. Widyastuti saat ditemui membenarkan bahwa PKBI sesuai dengan visi dan misinya membuka diri untuk siapapun yang akan menanfaatkan sarana yang ada untuk belajar dan berkarya baik bagi remaja maupun relawan yang akan bergabung. “Kami senang PKBI bisa menjadi laboratorium sosial bagi para mahasiswa untuk mempraktekkan ilmunya, sekaligus mengenalkan kepada para mahasiswa mengenai kondisi nyata yang terjadi di masyarakat.” Imbuhnya. Harapannya dengan semakin banyaknya remaja dan mahasiswa yang singgah dan mendapatkan informasi Kespro yang benar, maka akan semakin banyak remaja yang peduli terhadap kesehatan reproduksi dan seksualitas.** (antonius juang saksono)

Sebarkan

Tinggalkan Komentar